KEMUNAFIKAN PRA NIKAH

Bismillahirahmanirrahim.

…………………………………………………………………………….

kisah nyata 1

Bunyi hp terdengar dari saku dengan nada yang amat familiar di telinga ku(holy),

tiba tiba bahuku di tarik dari belakang,

“hei ly, baca deh!”

saat itu aku lagi istirahat seusai olah raga bersama teman di burjo (warung bubur kacang hijau).

aku terkejut dengan isi sms yang barusan masuk kedalam hp teman dekatku,

“MOHON JANGAN GANGGU AKU LAGI, AKU SUDAH MAU NIKAH”.

dalam hatiku berucap, “ganggu?, bukankah kalian (orang yang kirim sms dan sahabatku yang dikirimi sms) saling balas2an ria dalam berkomunikasi ?!, berarti komunikasi selama ini gangguan bagimu?, ya Allah!”

ku kembalikan lagi hp yang kubaca tadi kepada sahabatku, melihat raut wajahnya yang hanya menampilkan senyuman kosong,

dan aku pun berucap padanya..

“mengerikan..(kenyataan ini)”

” ya udah, jalani aja apa adanya, ikuti aja yang di mau, sabar aja yah”.

setelah kejadian singkat itu waktu bergulir seakan tidak terjadi apa apa bagi temanku, TAPI TIDAK BAGI HATIKU

…………………………………………………………………………………………………………

Kisah nyata 2

(terlalu pedih menyampaikan secara detil)

dengan pipi lembam, mata sembab, suara terisak isak tangis seorang gadis di dalam kamar kosnya..

orang yang dahulu menyayanginya, mengantarnya kuliah, jalan bareng, suka berbincang dengan orang tua masing masing yang penuh senyuman silaturrahmi, sekarang berubah menjadi sosok yang menakutkan.. untuk pertama kalinya layangan tangan menyentuh kasar pipinya ditambah kata tata yang menyentuh kasar hatinya..

sosok yang selama 4 tahun bersama kini bersama pacar barunya,

ternyata,

sicowoknya ingin menikah dengan pacar barunya, dan dia ingin masa lalunya tidak ikut dalam rumah tangga yang akan di arunginya.. dan dia tidak ingin masa lalu yang terjadi bersama si gadis yang terluka tadi ketauan oleh pihak calon istri barunya (karena selama 4 tahun lalu juga memiliki niat tuk berkeluarga di masa depan kelak, tapi takdir Allah juga yang menentukan..)

dengan cara yang kasar si cowok ingin menutupi masa lalunya seakan akan bersih di hadapan calon istrinya yang baru..

SEKALI LAGI, TERJADI SEBELUM PERNIKAHAN..

…………………………………………………………………………………………………………

kisah nyata 3

..cukup yah, tak tahan mengingat kisah kisah yang di ceritakan teman teman ku berkaitan kemunafikan sebelum menikah..

ya Allah..

kita berlindung dari semua kejahatan dan orang orang yang berbuat jahat kepada kita, ya Allah padamu aku berlindung.

islam mengajarkan kita bermua’alah secara gamblang, secara rinci dan jelas.. mengajarkan proses dalam pra nikah maupun saat nikah tersebut,

islam mengajarkan ta’aruf, dimana ta’aruf itu proses berkenalan, kita bisa mengenal calon pasangan hidup kita, kita dapat bertanya banyak, pertanyaan yang syar’iy yang kita anggap dibutuhkan sehingga dapat timbul rasa yakin yang akan menjadikan niat kita kuat untuk menjadikan calon tadi menjadi pasangn hidup kita,

dalam ta’aruf juga boleh bertanya kepada keluarga si calon tetang hal hal yang kita anggap perlu, bertanya pada adiknya, kakaknya, ibu bapaknya, sahabat dekatnya, teman temannya..

yang paling PENTING dalam ta’aruf adalah KEJUJURAN yang harus di sampaikan, karena kita tidak ingin menyesal di kemudian hari, karena yang kita harapkan tidak sesuai dengan yang dahulu dikatakan..

karena kita tidak ingin, dan sangat tidak ingin pernikahan kita bersentuhan dengan kata CERAI, ya Allah jangan ya Rabb, jangan..

jika sama sama berkeinginan satu sama lain dan di restui oleh kedua belah pihak keluarga, maka dapat lanjut ke pernikahan,

tidak perlu melalui proses pacaran, yang pada faktanya, setelah gonta ganti pacar baru menikah, artinya setelah gonta ganti zina hati dan zina yang lainnya baru mencari yang halal, mencari yang halal dengan cara yang tidak halal.

cukup, cukup langkahmu hentikan sampai di sini,

liriklah dahulu nasihat nasihat yang selama ini menghampirimu,

cukuplah engkau di kendalikan hawa nafsumu,

saatnya engkau yang mengendalikan hawa nafsumu.

tidakkah engkau mau kisah kisah di atas terjadi pada mu,

kita tidak ingin kemunafikan menyelubungi pernikahan kita,

alangkah sakitnya hati..

aku memohon kepada Allah, kepada sahabatku, kepada teman temanku, jauhkan dirimu dari kemunafikan, jadikanlah dirimu baik sehingga orang orang yang baik juga yang insyaAllah engkau dapatkan..

orang yang sholeh bagi orang yang sholeh, pezina bagi pezina pula.

pintu taubat masih terbuka, perbaiki diri masih terdapat waktu yang banyak.. bersegeralah, bersegeralah..

“Betapa Lugunya Hamba,Tak Ku Sangka, Ternyata Dia Main Hati”. (kutulis kalimat ini tuk hati ini, dan juga tuk yang menimpa sahabatku, moga si “dia dia” yang lain tidak menghampiri mu di masa depan)”

kutulis tulisan ini moga pembelajaran bagi diri ini, keluargaku, kalian yang aku cintai, aku kasihi, dan yang selalu dalam lisan doaku.

aku terbuka dalam gorensan kritik.. belaian nasihat, karena itu yang aku harapkan dari hubungan kita semua selama ini.

Leave a Reply